Jatinegara di sore kopong

November 14th, 2009
Hai pak tua, 
    masih tersenyum bibir kempot bapak kulihat,
    masih indahkah dunia di matamu hari ini?

Jalan tak lagi berpasir, pak…
    dan selokan hari-hari ini semakin besar-besar
    baunya pun semarak mengumandang kebesarannya
    belum lagi kekayaan isinya yang entah apa
    tak terkatakan

Rumput tak lagi lebat sekarang, pak…
    anjing pun susah menyembunyikan kotorannya
    apalagi berharap ada bunga rumput cantik yang bisa bapak petik untuk        

    hiasan kubur ibu
    tak dapat lagi diimpikan

Burung sulit tidur hari ini, pak…
    jangan harap ada kicau senang pagi hari dari paruh centilnya
    untuk sekedar lewat menghias awan pun sulit
    ‘takut tersambar pesawat’, begitu kata kepala pimpinan
    ‘napas kami kempot seperti pak tua!’

Ah, pak tua,
    benarkah senyum yang terlukis di wajahmu?
    atau keriput itu menutup sedihmu?
Pulang saja pak,
    ibu menunggu!

-utk jakarta yg panas-

The End

Dia takut, sayang…

October 3rd, 2009 Tagged
Jalan masih panjang, sayang…
lalu mengapa muram wajahmu?
mengapa ketegangan itu ada pada lekuk bibirmu?
bukankah tanganmu yang menggenggam hidupmu?
bukankah kakimu sendiri yang menjajaki tapakmu?

Dia takut, sayang…
Dia takut setelah lama tak dimilikinya rasa itu
Dia takut setelah bertahun2 hidup adalah miliknya sendiri

Sekarang dia takut,
fikirnya kini mengetahui sesuatu yang selama ini ada di dalam angannya hanya sayang tak pernah terjamah keluar
Sekarang dia takut,
hatinya gundah menyadari bukan tangannya yang menggenggam dirinya,
bukan inginnya yang membuat kakinya menjajak di tapak itu

Dia takut, sayang… dia sungguh takut,
biar dia larut di dalamnya
agar mati raganya
dan hilang angannya tentang dia

Jalan sungguh masih panjang, sayang…
takut bukanlah senjata yang paling ampuh untukmu sekarang

The End

KONTEMPLASI si Tuan Naif dan Tuan Aneh

May 24th, 2009 Tagged

..kesetiaan seorang Tuan Naif

Bagaimana ku dapat mempertanyakan keTuhanan seorang Tuhan?
“…duduklah dan diamlah,
maka engkau akan tahu mengapa Ia disebut Tuhan…”

____________________________________________________________

…kesetiaan seorang Tuan Aneh

Can’t pretend like nobody telling me

proverbs tell me
philosophers tell me
my pop, mom, grannys

…still, sometimes I have to see for myself

I have to make my own mistakes,
I have to learn my own lessons

I have to sweep today’s possibility

under tomorrow’s rug
until I can’t do it anymore
until I finally understand for myself what Benjamin Franklin meant :

“knowing is better than wondering,
waking is better than sleeping…”

…and even the biggest failure,
even the most worst intractable mistake beats the hell out of never trying.
___________________________________________________________

(untuk Tuan Naif, Tuhan adalah Tuhan, Dia sanggup lakukan apapun dan tak mungkin terbantahkan. untuk Tuan Aneh, Tuhan adalah personi, bukan humani tetapi tetap seorang pribadi.
Sanggupkah mempersalahkan mereka sedang Tuhan itu sendiri yang mencipta perbedaan?)

I love both of them, hehe…

The End

Tuhan itu bingung!

May 20th, 2009 Tagged

“Setuju”

Tuhan tidak pernah bingung. Dia hanya bertindak seperti layaknya seorang Tuhan bertindak, tidak ada yang aneh tentang Dia atau apapun yang Dia lakukan. Dia adalah Tuhan.

Ah, menurut saya Dia memang bingung. Buktinya hari ini Dia kembali membuka pintu yang baru saja kemarin Dia tutup. Sepertinya Dia memang sedang tidak bisa menentukan pilihan mana yang Dia ingin manusia lakukan. Kalau saya tidak salah, ini adalah kali kelima Dia dengan senang hati membuka pintu yang telah Dia tutup setelah manusia itu dengan senang hati memilih untuk masuk. Apa bukan bingung itu namanya?

“Setuju!”

Dia itu kan Tuhan. Itu adalah hakNya untuk menutup atau membuka. Lagi pula Dia memang senang melihat perubahan. Dia suka melihat manusia bergerak, berubah, berimajinasi dan kemudian berevolusi.

Baiklah, itu memang hakNya. Dia memang berhak melakukan apa saja. Tapi bukankah itu artinya Dia sedang bingung jika Dia melakukan hal yang sama berulang2 setelah Dia memutuskan untuk tidak lagi melakukanNya? Atau jika anda tidak suka dengan kata bingung, mungkin Dia memang hanya seorang anak kecil yang sedang asyik bermain dengan angkasa buatan tanganNya, sedang bereksperimen dengan perasaan boneka2 kecilNya yang hidup dalam dunia mainanNya.

“Hmm… Masih Setuju!”

Wah, anda ini memang aneh, Tuan Aneh. Awalnya anda bilang Dia bingung, sekarang anda sedang mengira Dia anak kecil dan manusia adalah mainanNya. Siapa manusia hingga ia sanggup mempertanyakan keTuhanan seorang Tuhan?

Lho, menurut saya, andalah yang terlalu naif, Tuan Naif. Jelas saja tidak ada yang bisa berkata padaNya, ‘wah, Tuan Tuhan, anda sedang bingung ya? Mari saya bantu…’ Tapi bukankah kita adalah temannya yang dapat mengungkap pendapat tentangNya?

Saya hanya memilih untuk diam dan menyadari bahwa otak saya begitu kecil untuk memahami keinginan seorang Tuhan yang sanggup membentuk angkasa dan keindahannya.

Dan saya hanya mencoba untuk memahami diriNya. Kita ini kan berjalan bersama2 dengan Dia, bagaimana bisa kita berjalan bersama jika kita tidak mengerti pemikiranNya?

“Saya pikir… saya masih setuju…”

“Now to Him who is able to do immeasurably more than all we ask or imagine, according to his power that is at work within us…”

The End

Saya T.A.K.U.T

May 17th, 2009 Tagged
hehehe…anak kecil berbadan besar ini sekali lagi takut…

Takut menghadapi kenyataan bahwa dunia berputar begitu cepat dan mulai menjatuhkan semua kenangan2 indah yang tersusun rapi di deretan2 rak penghias kamarnya

Takut menghadapi kenyataan bahwa dunia masih berharap kakinya begitu tegak berdiri dan tak mudah tergoyahkan bahkan di saat2 dimana dia tak nyata

Takut mengakui bahwa anak kecil berbadan besar ini, however, is still a little girl that hoping her daddy would step in her world one more time and shake it as the way he did it in the old time…

I still love you, and the way you do things…
I just don’t know how to do this again in the way the world nowadays do it.
I love you, with the old same way, in the old same style…

I love you stiil, and I’m afraid to tell the world that I have a different love.

…so, would you step in and shake my world one more time?

The End

Wanna make YOU all the fans of JOSHUA RADIN!

May 14th, 2009
Nah, ada pilihan musik lain neh, ga narsis, ga sulit dicerna.
Simple tune, light voice, free soul, calm…
This man is WONDERFUL!!!

ONLY YOU
http://www.youtube.com/watch?v=vjd6yIn2zmk

I’D RATHER BE WITH YOU
http://www.youtube.com/watch?v=YIADdtY9pQA&NR=1

CLOSER
http://www.youtube.com/watch?v=ejLSJNvxTO0

WHAT IF YOU
http://www.youtube.com/watch?v=6rcRlD6LYMU&feature=related

Please welcome, pals… JOSHUA RADIN!

The End

Vicky…, YOU ROCK!!

May 13th, 2009
Bored with music nowadays?
ini dia pilihan yang lain!!!

SAHABAT
http://www.youtube.com/watch?v=T4xOzh_Zjis
SINANGGARTULO
http://www.youtube.com/watch?v=9skcfwqmowM&feature=related
ES LILIN (ini keren banget!!!)
http://www.youtube.com/watch?v=fRLk9nLXfzg&feature=related

HIDUP BATAK!

The End

I am so PROUD of my students!!

April 24th, 2009 Tagged

hahahaha…

bener2 keren banget!

Hari ini murid2 gw perform (finally!) setelah latian 2 minggu, mereka main gitar, perkusi, keyboard, en biola untuk arransement dadakan yang gw bikin plus kemampuan maen yg minim (secara mereka pada blm pernah maen musik sebelumnya, ada yang udah tp belum pernah tampil)…

HUA! seru lah! I am REALLY REALLY proud of them!

Mereka latihan mulu pas recess, mereka rela ambil waktu after school juga, they’re just ROCK!!

I love them!

The End

April 19th, 2009

sebenarnya, ini agak membingungkan…

kalo ditulis kok takut ga etis, tapi saya suka menulis hidup saya… itu pembelajaran saya, kalo ga ditulis pasti saya yang pelupa ini lupa.

kalo ditulis disini takut ga etis, tapi saya suka membagi cerita saya dengan orang lain, why? karena saya butuh orang untuk belajar, dan saya tau orang pun bisa belajar dari hidup saya yang berantakan…

tapi kok terasa tidak etis kali ini…?

The End

…gawat!

April 17th, 2009 Tagged

Bener2 deh… hari ini penuh sama keanehan!

Ga jelas smua, masa otak gw bisa lupa sama SEMUA HAL yg hrs gw lakukan hari ini! Janjian ma ade gw di daerah dipati ukur, tp ada kumpul ma guru2 sekolah gw. Krn gw pgn ikut kumpul jadilah gw memilih ga ngajar musik en ga les biola (haha…neni, neni, bener2 kamu ini yah!!). Jd gw ikut kumpul di ngopi dulu hasanuddin, deket bgt ma DU21 tempat gw bakal ktemu ade gw yg bth bantuan itu. Klar ktemuan ma mrk, stlh smua obrolan yg (ternyata) membuat gw berfikir lebih keras & merasa lebih peka, gw melangkahkan kaki…PULANG! Bahkan tanpa sama sekali sadar kalo gw ada janji lain & sengaja ada disitu biar bisa lsg ktemu…

Boff!!

Di smslah gw sama dia kan…pas gw dah di pasteur (dgn perjuangan menahan bosen nungguin macet pula), apa mau dinyana, batallah ktemu. Gw ajaklah dia ke rmh kan, biar diobrolin di rmh aja, skalian bantuinnya jg enak. Nah, gw mampir bentar renang di deket rumah, krn gw pikir dgn macet yg sama yg gw alami, dia akan sampe rumah gw 1 jam lagi. Ternyata eh ternyata, pas gw lagi mandi dia dah miskol2 mpe 6 kali…duh, duh, duh… =(

Di motor, gw teleponlah dia, yg ternyata udah ada di ANGKOT lg balik menuju kosannya…halah! Bener2 deh, tiba2 otak gw ngedrop, entah efek abis ‘dapet’, entah emang moody mood-nya lg on jg, ga ngerti deh.. pokok ngedrop aja. Tiba2 gw sedih banget…

Pas td renang, gw baru aja mikir, hampir 2 tahun gw beradaptasi dgn gaya hidup yang awalnya gw bilang ‘ngga banget’ ini. Bangun pagi, mandi pagi, berangkat pagi, kerja pagi…sampe sore, di tempat yg cukup stabil, gaji bulanan yg stabil, stabil (banyaknya), tanggungjawab yg stabil (juga banyaknya), dan membuat hari2 gw berjalan sangat RUTIN.

My mom and dad like it! That’s why I’m here… Hahaha, ga gw banget ya…bersedia melakukan sst yang gw ‘ngga banget’ untuk orang lain. Yah…, kali aja bisa ‘cari jembatan’ yg tepat antara mimpi gw sama mimpi mereka, cuma mang belum nemu aja kali ya…

Back to the problem… Nah, gw sedang berfikir betapa semua pekerjaan & gaya hidup yg baru ini membuat gw bener2 ga bisa punya kehidupan laen. Gw pengen tetep ngajar musik, pengen tetep blajar piano, pengen lanjut blajar biola yg baru 4bln ini, pengen coba maen flute (secara temen gw sesama guru dah mau ngajarin gw gratis asalkan gw mau ngajarin anaknya gitar), pengen masih bisa ngobrol sama anak2 musik, pengen tetep punya waktu ngumpul yg ’stabil’ (n_n), pengen masih bisa bikin sesuatu yg baru (masuk kampus yg ga pernah gw masukin, ktemu anak2 yg ga pernah gw kenal, bikin ‘relasi’ baru yg ga pernah gw pikir…). Tapi kok ga bisa ya…

Seakan2 smua waktu, tenaga, pikiran (bahkan ingatan gw) udah termakan sama sekolah, pe-er anak2, tumpukan tugas utk siapin apa yg harus diajar besok, bikin test2 berikutnya, cek test2 yg udah selesai, lesson plan, nilai2 yg udah gw bikin dan simpen bae2 dikomputer yg akhirnya HILANG gara2 virus-sialan-entah-apa-perusak-kerjaan-orang, bahkan sama smua tingkah laku kurcaci2 kecil kesayangan gw yg sebenarnya bikin gw mau muntah tiap mau ktemu mrk pagi2 (hahahaha…love you all, dear!)

Seakan2 gw dah ga bisa lagi (ato ga boleh lagi) punya waktu untuk gw sendiri, untuk menikmati saat2 ma temen2 gw tanpa pusing bsk gw ada skul en lesson, untuk belajar musik tanpa merasa ga enak krn gw ga punya waktu yg cukup buat practice & kadang2 ga bisa ikut les CUMA krn kecapean (get loaded with all this stuff), untuk dgn bebas bisa kerja & dapet tanggungjawab yg sesuai dengan hasil tangan yg gw bawa pulang krn gw tau gw masih bs jadi gw…

Gw ngeluhkah? …hm, maybe

Intinya tepat setelah gw berfikir ttg smua itu pas renang, gw batal ktemu sama ade gw yg butuh bgt pertolongan gw (skripsi perancis emang gila kali yeee…)! Ini malah bikin gw merasa semakin yakin kalo emang gw ga bisa punya hidup lain en cerita lain selain sekolah dgn smua kurcaci2nya yang rajin memberi gw pekerjaan menumpuk… Huaaa!!

Am I living the right world?

@^%*^%@^%#*@arghhhhhhh^@&!^%*!

The End