Monday, February 23rd, 2009
Mata matiku minta mutu
Muka kakuku kini batu
Maka aku terpalu
Maka aku terlalu
Mana aku?
Mati mau…
Mata matiku minta mutu
Muka kakuku kini batu
Maka aku terpalu
Maka aku terlalu
Mana aku?
Mati mau…
Sang Hikmat bertanya,
dimana dia yang kau ambil dalam hatimu?
Disana, dia disana…
di tempat yang tak lagi terjangkau oleh tanganku
di sudut yang tak lagi terlihat oleh mataku
disana dia,
dibuai manis entah angin dari mana, angin yang datang dan pergi tanpa bertanya padaku
dibelai perlahan oleh harumnya wangi tubuh nirwana lain yang beku
Sang Hikmat bertanya,
lalu apa yang kau lakukan disini?
Lekam [...]
Pagi ini udara tampak begitu bersahabat. Hangat, dan aku teringat pada cintaku…
Aku merindukanmu!
Sudah lama aku tidak bernyanyi untuknya, menarik perhatiannya dengan semua tingkahku yang (aku akui) sedikit aneh. Teringat kala dimana dengan bebas aku berteriak dihadapannya hanya untuk menyatakan bahwa aku sangat mencintainya. Bahkan aku berani melompat hanya untuk memeluknya.
Ah, aku sungguh mencintaimu…
Sudah kususun lagu [...]
Hari ini cukup lelah,
mata sedikit terkatup walau sudah berusaha keras membukanya lebar, sedangkan pundak serasa ditindih pikul berat bapak tani di cikaso. Ingin pulang merebah diri sambil membiarkan angan melayang sebentar keluar dari keteraturan yang ada, sayangnya diri sudah terlalu lama menyadari bahwa hidup memang tidak lagi tentang ku dan ku.
Jadi ingin sekali kembali berhati [...]