Pagi hari dalam senyum…
April 6th, 2009

send me a teacher
someone who will teach me how to love
send me a lover
who will love me forever
send me a teacher
send me a lover
better yet..
send me that particular drummer
hahaha…ini hasil karya Grace Maria Siagian pagi2 bosan diruang kuliah mengingat tampang bapak itu…hahaha
merit sama siapakah dia ge??

…aku menulis tentang siapa aku.
1# “… segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia”
2# “… Akulah Tuhan yg menjadikan engkau, yg membentuk engkau sejak dari kandungan & yg menolong engkau…”
…hm, siapa aku?
Seorang pemikir, penelaah, pemecah tembok, penemu, pengajar, pemberita! hm…
… apa yg mendorongku dalam hidup?
Saat ini :
40% =mengetahui hal-hal baru & mengenalkannya ???
60% =dikenal & menjadi sejarah, as a good person, kuat & luar biasa…
HAHA!!
Bahkan Paulus tidak pernah menetapkan dirinya untuk menjadi orang yang dikenal ataupun pemecah sejarah. Dia hanyalah seorang pria yang setengah mati berjuang mengalahkan dirinya sendiri dan kelemahan-kelemahannya, bahwa dia hanyalah seorang Yahudi bodoh pembunuh orang-orang percaya yang (akhirnya) terpanggil melakukan sesuatu yang terlalu bertolak belakang untuk dirinya!
(bayangkan jika seorang kepala polisi paling terkenal & paling dipandang di mata hukum tiba-tiba memilih untuk hidup bersama para penyamun bahkan menjadi bagian kelompok itu…)
Paulus orang hebat? Yup! No doubt about that!
Tulisan-tulisannya , pemikiran-pemikirannya, bahkan tujuan hidupnya “MELUPAKAN APA YG ADA DIBELAKANGKU dan FOKUS PADA APA YG ADA DIDEPANKU”, itu yg membuat tulisannya dikenal banyak orang.
Tapi tahukah kamu, nen… bahwa Paulus tidak akan seterkenal ini jika tidak ada yang mau mempublikasikan tulisannya?
Dia pun hanya ada karena dibuat ada…
Apakah Thadeus yang kalah pamor dgn Paulus berarti kalah berdampak?
Sekali-kali tidak!
ataukah Matias menjadi anak tiri diantara para rasul?
Jika demikian, betapa sempitnya pemikiran Tuhan, bahkan lebih sempit dari para filsuf kita…
Dikenal manusia sebagai org hebat tidak mungkin bisa sepenuhnya jadi tujuan hidup kita.
Mungkin itu sebabnya Paulus berkata,
“…namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku yg hidup…”
Karena hidup adalah tujuan,
dan tujuan adalah Tuhan.
bukan manusia…
… mungkin berguna bagi manusia
berdampak bagi manusia
tetapi bukan untuk manusia itu sendiri…
Jadi, bagaimana mungkin aku dengan ceteknya beranggapan bahwa tujuan hidupku tercapai ketika para manusia mengenaliku, terinspirasi olehku dan (bahkan) mengikutiku?
Karena tujuan adalah Tuhan,
maka aku belum selesai tanpai Dia berkata sudah selesai
aku adalah kosong,
dan Dia adalah segalanya…
3# “Janganlah kamu bodoh!”

Mata matiku minta mutu
Muka kakuku kini batu
Maka aku terpalu
Maka aku terlalu
Mana aku?
Mati mau…

Sang Hikmat bertanya,
Disana, dia disana… di tempat yang tak lagi terjangkau oleh tanganku di sudut yang tak lagi terlihat oleh mataku disana dia, dibuai manis entah angin dari mana, angin yang datang dan pergi tanpa bertanya padaku dibelai perlahan oleh harumnya wangi tubuh nirwana lain yang bekudimana dia yang kau ambil dalam hatimu?
Sang Hikmat bertanya,
Lekam tubuhku didera panasnya surya menunggu dia kembali layu jiwaku mengering teruap cahaya yang perlahan membuatku mati lalu, habis aku dalam terpaan angin nuranilalu apa yang kau lakukan disini?
Sang Hikmat tersenyum,
hidup memang tidak hanya 20 tahun, sayang… jadi nikmatilah sampai kenyang!

Pagi ini udara tampak begitu bersahabat. Hangat, dan aku teringat pada cintaku…
Aku merindukanmu!
Sudah lama aku tidak bernyanyi untuknya, menarik perhatiannya dengan semua tingkahku yang (aku akui) sedikit aneh. Teringat kala dimana dengan bebas aku berteriak dihadapannya hanya untuk menyatakan bahwa aku sangat mencintainya. Bahkan aku berani melompat hanya untuk memeluknya.
Ah, aku sungguh mencintaimu…
Sudah kususun lagu untuk kunyanyikan kembali, sudah kuatur nada untukku mengungkapkannya lagi, sudah kusiapkan (bahkan) hatiku sendiri untuk dicicipinya, agar diketahuinya sungguh mati aku mencintainya. Mulutku tak berhenti tersenyum…
Aku merindukanmu!!
Sampai bertemu nanti, aku pasti akan memelukmu!

Hari ini cukup lelah,
mata sedikit terkatup walau sudah berusaha keras membukanya lebar, sedangkan pundak serasa ditindih pikul berat bapak tani di cikaso. Ingin pulang merebah diri sambil membiarkan angan melayang sebentar keluar dari keteraturan yang ada, sayangnya diri sudah terlalu lama menyadari bahwa hidup memang tidak lagi tentang ku dan ku.
Jadi ingin sekali kembali berhati polos dan berjiwa sebebas anak kecil yang tidak tahu apa-apa kecuali dirinya, bukan karena mereka egois, hanya saja memang kapasitas otaknya hanya cukup menampung itu, ku dan ku. Sementara diri kini tak boleh lagi bertumpu pada ku, serba salah…
Padahal dulu diri ingin menjadi begitu dewasa dan berhikmat, sanggup menampung apapun dan memilih dengan tepat, mampu berdiri di tempat yang benar walaupun ku tidak benar. Jadi serba salah…
Diri ingin mendapatkan ku lagi, tapi bagaimana? Bukankah tidak wajar jika diri ingin menjadi ku lagi? Apakah wajar sang hikmat menjadi kanak lagi? Tidak, tidak, diri tidak sedang berkata bahwa hikmat adalah nya, tapi apa mau dikata sedikit banyak bisa dibilang memang hikmat masuk dalam nya. Tidak penuh mungkin, tidak cukup banyak untuk menguasai dunia, tapi ada. Dan ada artinya adalah diri bukan lagi ku… Jadi, bolehkah diri meminta sedikit keluar dari keteraturan itu? Bolehkah sejenak pergi dan membiarkan kanak datang lagi.
Hikmat… diri sudah sedikit lelah, padahal jalan masih panjang terbentang. Bolehkan kita istirahat sebentar? Agar bersandar diri pada dadamu dan rebah diri di atas padangmu, agar lepas semua lelah dan pergi segala beban.
Hikmat… diri ingin menjadi ku lagi, ingin menangis seperti ku lagi, ingin berteriak dan lepas seperti ku lagi. Metamorphosis itu terlihat menakjubkan sebelum diri jalani, menantang dan membuat penasarah. Sekarang diri merindu ku bagai kupu merindu pompong.
Bolehkah ku duduk lagi untuk diam sejenak, tenggelam dalam kuatnya balutan sang hikmat dan membiarkan diri tunduk dalam keteraturannya?
Bolehkah?
(untuk sang hikmat di tengah diri dan ku)

Kamu memanggilKu ?
AKU :
Memanggilmu?
Tidak.. Ini siapa ya?
TUHAN :
Ini TUHAN.
Aku mendengar doamu.
Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
AKU :
Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik.
Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.
TUHAN :
Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.
AKU :
Nggak tau ya.
Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.
Hidup jadi seperti diburu-buru.
Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.
TUHAN :
Benar sekali.
Aktifitas memberimu kesibukan.
Tapi Produktifitas memberimu hasil.
Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.
AKU :
Saya mengerti itu.
Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.
TUHAN :
Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa
petunjuk.
Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu
daripada mimpi, misalnya.
AKU :
OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?
TUHAN :
Berhentilah menganalisa hidup.
Jalani saja.
Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.
AKU :
Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?
TUHAN :
Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
AKU :
Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak
ketidakpastian.
TUHAN :
Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
AKU :
Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN :
Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah sebuah pilihan.
AKU :
Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?
TUHAN :
Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.
AKU :
Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
TUHAN :
Ya.
Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.
AKU :
Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?
Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?
TUHAN :
Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan
dari berleha-leha.
AKU :
Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus
melangkah…
TUHAN :
Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.
Lihatlah ke dalam.
Melihat ke luar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga.
Mata memberimu penglihatan.
Hati memberimu arah.
AKU :
Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita.
Apa yang dapat saya lakukan?
TUHAN :
Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui
bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.
AKU :
Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?
TUHAN :
Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa
jauh saya harus berjalan.
Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau
peroleh.
AKU :
Apa yang menarik dari manusia?
TUHAN :
Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”.
Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”.
AKU :
Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?
TUHAN :
Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
AKU :
Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?
TUHAN :
Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
AKU :
Pertanyaan terakhir.
Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.
TUHAN :
Tidak ada doa yang tidak dijawab.
Seringkali jawabannya adalah TIDAK.
AKU :
Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.
TUHAN :
Oke.
Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu.
Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.
(yesterday i realize, bicara tentang Tuhan jauh jauh jauuuh berbeda dgn MORAL)

Hidup itu kaya lagi jalan di tempat gelap,
buka mata salah…tutup mata tambah salah!
=)
Beberapa orang bilang gelap itu wajar,
jangan dilawan,
jangan dikomentar.
Memang sudah sewajarnya gelap itu ada,
agar indah nanti ketika sesekali terang terlihat.
Lagipula bukankah gelap yang telah memulai segalanya?
Jadi mengapa khawatir akan ‘nenek moyang’mu itu?
Tapi coba dipikir dulu sebentar…
buat apa mata diciptakan jika kita tidak melihat,
buat apa dunia(setelah gelap diutak-atik oleh tangan
yang berkuasa)diciptakan seindah mungkin kalau bukan untuk dilihat?
buat apa ada hal-hal yang beragam?
buat apa ada perbedaan warna?
…toh semuanya ada dalam gelap…
Kok dunia jadi mubazir ya?
kok mata jadi ga guna?
kok indah jadi ga penting?
Tapi hidup memang seperti berjalan dalam gelap,
buktinya semua manusia pasti pernah tersandung,
buktinya semua orang pasti pernah salah jalan,
jadi hidup memang gelap.
Lalu saat terang dinyatakan ada,
mengapa sulit untuk menerimanya?
Terbiasakah tubuh menerka-nerka jalan?
Untukku ini hanya masalah
tantangan,
lebih menantang berjalan dalam
gelap,
apalagi sambil sesekali tutup
mata.
Tetapi lebih sulit lagi
menerima terang yang notabene terlalu aneh untuk tubuh yang terbiasa hidup
dengan gelap ini…
Rite?

Ada yang cleptomania ga?
Ada yang pernah ketangkep pas lagi nyuri di mall ga (shoplifter)?
Pas SMA ada temen gw yang clepto, dia pinter banget nulis cerita, termasuk salah satu temen ‘berjuang’ di medan tulis, huahahaha… But gw tau belakangan dia suka ngambil barang di mall, dia ngaku ke gw lsg. Trus gw blg, nti kalo ketangkep gmn? Kan malu…
Trus abis itu kita bikin cerita tentang cewe clepto yang (akhirnya) ketangkep sama sekuriti di sebuah mall. Tapi, berhubung kita ga tau apa rasanya jd orang itu, ya ga bs ngelanjutin ceritanya deh…
Nah, malem ini gw tau apa rasanya DITANGKEP SEKURITI!!!
Edun! Bener2 ini kejadian memalukan ajah…
Gini ceritanya… Gw gatau apa yang tjd ma gw tapi belakangan ini gw suka limbung sendiri, jd sering bikin apa trus lupa trus baru inget beberapa saat sesudahnya, trus lupa lagi! EDUN! Malah gw belum ngoreksi 4 tes murid2 gw cuma karena LUPA!
Parahnya, tadi waktu pulang ngajar musik di melodia gw menyadari kalo LUPA ITU GAWAT!!!
Gw turun di Ciwalk, mo ke jogja, buat belanja some stuff buat drama class besok. Like usual, gw ga ambil keranjang belanjaan, gw pilih mug, deodorant en sampo, gw masukin tas gw biar ga ribet. Bahan2 buat drama ga ada euy…jd gw pikir untuk mampir ke GIANT PREMIER (itu lho, yang dibawah Studio East). Gw keluar kasir, ambil orgi biru gw (tempat gw naro duit en kartu gw sekarang2 ini) dan 3 item tadi, trus bayar, en keluar.
NO PROBLEMO!
Lewat jalan sebelah kiri, gw beli tas make up besar buat bawa barang2 besok. Rp 10.000,00. Gw bayar, jalan lagi.
NO PROBLEMO!
Dgn otak yang masih kemana2 (penuh bgt euy belakangan ini…hiks…) gw ke GIANT PREMIER. Like usual, gw ga ambil keranjang belanjaan!!! (BODOH!! Don’t you ever do this, terutama saat otak lagi kacau dan ingatan mulai ga bener!) Beli kuas2 yang dibutuhkan, en kaca. Tanpa pikir 2 kali (kalo gw bs disangka pencuri!!!) gw masukin tas lagi. Trus keliling cari kaos kaki, blun nyuci neh, jadi kaos kaki dah abis. Lagi pas nyari2, gw keluarin lagi orgi biru tempat naro duit sama kaca yang tadi mo gw beli, gw ambil semua kaos kaki pilihan gw, trus jalan ke kasir niat bayar.
Abis bayar, gw dicegat cowo BELER! Serius gw takut, gw sangka dia mabok! Pas gw mau ngehindar, dia nunjukin name tag sama bilang kalo dia sekuriti situ en ngajak gw ke belakang. Ya gw ikut aja… Pas jalan gw baru inget. ITU KUAS2 GA JELAS BELUM GW BAYAR! Edun! Gw disangka shoplifter neh…
T_T
Nasi dah jadi bubur, gw ikut dia. Dia minta gw ngaku, ya gw ngaku kl gw lupa, dia ga percaya dunk. (ya iyalah! kalo percaya ga ada orang yang dipenjara kali, nen!!) Trus gw dibawa ke bosnya. Edun, gw takut banget sebenernya, ini pengalaman pertama nih, salah2 ga asik juga. Setelah nanya2 kerja dimana (gw jawab Cahaya Bangsa - duh, maaf ya, bukan niat ngerusak nama sekolah, tapi ga mau bo’ong juga) en alamat dimana (gw jawab komplit - trus gw mikir, emang dia mau dateng ngecek ya?), dia nanya2 lagi dengan nada ga percaya kalo gw lupa (gw aja ga percaya kalo gw lupa!).
Tapi, gw ngomong setenang mungkin, ga mau grasa-grusu juga. Ya udah, ke polisi hayu deh…dah basah sekalian aja lah, belun pernah dipenjara juga gw. Stlh 15 mnt ngobrol2, dia bolehin gw pergi cukup dengan bayar itu 2 item di kasir. Beres…
Pas keluar, gw ketemu lg ma tuh sekuriti pertama. Dia minta gw nulis SURAT PERNYATAAN PENCURIAN trus DITANDA TANGAN! (resmi sekarang gw pencuri…hiks…) Trus gw bilang ma dia, “Mas, skalian nih mas aja yang bayarin ke kasir, takutnya nti ga percaya lagi kalo saya bayar.”
Karena ga tau harga tuh barang berapa, gw kasih 2 lembar 50.000. DIa anter gw keluar, trus dia bilang, “Ya, udah ya mbak… Lain kali jgn diulangi!” Trus nyuruh gw pergi. Lho? Gw bingung kan… Barangnya kan belun dibayar, en duit gw kan sama dia. Trus gw tanya ini gmn, struknya mana, nti gw ditanya lagi disangka nyuri lagi. Dia bilang gini, “Gpp, mbak…saya aja yang bayar. ” Gw keukeuh nungguin dia, dia keukeuh nyuruh gw pulang. Lha, emang barangnya 100.000 ya? Gw liat harganya ternyata total cuma 47.500!! Edun, banyak aja gw kasih duitnya.
Nah, tiba2 dia bilang gini, “Ya udah mbak, lewat sini aja. Makasih duitnya ya…”
EDUN!!! Gw baru sadar! Dia nyangka gw nyogok???!
Bener2…itu ongkos taksi gw edun!!!
Bete komplit lah gw… Gw niat nulis di PR soal ini, bete gw ma tuh orang! Berani2 dia nyangka gw nyuri en bikin gw (terpaksa) nyogok dia!
Gw pulang kesel banget, langsung telpon ka pretty, ka victor en besok pagi gw mo langsung ketemu bagian HRD sekolah nyeritain ini.
Kesel gw ma diri sendiri, lagi kacau banget, otak ga jelas, badan cape banget, dapet kejadian kaya gini lagi… HALAH!! (*hiks*hiks*)
Lagi krisis percaya diri nih…
